Header Banner Ads

header ads

Olah Bakso dengan Dipukuli, Tekstur Kenyal dan Rasa Lebih Sedap

OLEHKHASMALANG - Bakso Malang adalah salah satu kuliner khas yang banyak disukai wisatawan maupun masyarakat Malang. Masing-masing punya rasa dan penggemar fanatik.

Salah satunya bakso Mujos di Dusun Gondang Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu ini. Menurut penjualnya, daging sebagai bahan bakso tidak digiling, melainkan dipukuli hingga hancur dan empuk.
Satu porsi kecil bakso Mujos. (Foto: bakso mujos bussines site)

Menurut Muji Samsul, sang penjual, ia konsisten menghindari cara mengolah daging dengan menggunakan mesin giling.

Meski menggunakan mesin giling untuk melembutkan daging adalah cara yang lazim digunakan hampir seluruh pedagang bakso. Menggunakan mesin giling bisa menghemat waktu dan tenaga.

Muji memilih cara tradisional, yakni menghaluskan daging bakso dengan cara memukuli daging dengan kayu.

Setiap hari, sekitar 5 kilogram daging dia haluskan dengan cara memukuli menggunakan kayu. Untuk membuat agar daging benar-benar halus, ia membutuhkan waktu satu jam.
Memukuli daging adonan bakso ini salah satu cara alternatif selain menumbuk menggunakan alu dan lumpang.

Bukan tanpa alasan Muji memilih cara tradisional ini. Ia menilai daging yang dipukuli ini nantinya membuat bakso yang diproduksi bisa kenyal dan tahan lama.

Karena lebih kenyal, maka Muji tak perlu membubuhkan senyawa pengenyal yang banyak beredar di pasaran.  Ia juga tidak memerlukan bahan pengawet karena bahan baksonya tetap awet selama seminggu di dalam freezer.

Alasan lain, bahan bakso yang ia buat tidak berbau mesin penggilingan. Sehingga rasanya lebih sedap.

”Bagi saya, kualitas bakso ini menjadi penentu kepercayaan pelanggan. Karena itu saya terus menjaga kekhasan dari bakso saya. Dengan konsisten mengolah pentol cara manual ini, pelanggan tetap setia dengan bakso saya sejak 26 tahun lalu,” kata Muji seperti dilansir BatuTIMES. (*)